iklan_atas (1).jpg
Breaking News
  • Menteri BUMN Banyak Perkotaan Tak Mimikirkan Transportasi Publik
  • Peringati HUT RI Ke 72, Antam Santuni Dua Penderita Lumpuh Layu dan Hydrocephalus
  • Peringati Hari Pramuka : Wali Kota Sematkan Medali Secara Simbolis
  • Kejuaraan 234 Challenge Body Contes 2017 Mampu Menjaring Bibit Atlet Berprestasi
  • Balaikota Bogor Kembali Didatangi Puluhan Mahasiswa
  • Disnakertrans Prov Jabar Dan Pemkot Bogor Gelar Bursa Kerja Ekspo 2017
  • Ratusan KIM Se Kecamatan Caringin Melek TI
  • Ratusan Warga Pasir Jaya Dilatih Mengolah Limbah Sampah

Olah Pikir: Yoghurt, Si Busuk Yang Baik Hati

Article
Berita Terkait

FOKUSBOGOR.com, Sebagian besar wanita pasti ingin memiliki berat badan yang ideal, bukan? Salah satu program yang digemari untuk mendapatkan tubuh yang ideal adalah diet.

Berdasarkan analisis yang saya lakukan, saat ini kebanyakan wanita melakukan program diet dengan cara berolahraga dan mengatur pola makan sehat. Salah satunya teman satu kelas saya, Efira Tamara Thenu. “Pernah diet dengan rutin melakukan lari pagi seminggu sekali dan mengurangi mengonsumsi nasi serta makanan-makanan berminyak juga fast food.” Ujar Efira.

Namun, hal tersebut tentu membutuhkan komitmen yang kuat dan memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan hasilnya. Bagi Anda yang ingin diet dengan mudah dan cepat yoghurt merupakan pilihan yang tepat.

Pasti tidak asing di telinga kita tentang istilah yoghurt. Yoghurt merupakan salah satu produk hasil fermentasi susu yang paling tua dan cukup populer di seluruh dunia. Bentuknya mirip bubur atau es krim dengan rasa agak asam. Kata yoghurt berasal dari bahasa Turki yaitu jugurt yang berarti susu asam. Itulah sebabnya hingga saat ini yoghurt sering juga disebut sebagai susu asam dilansir dari http://sehatbugarbersama.com/nilai-gizi-manfaat-dan-cara-pembuatan-yoghurt/.

Minuman yang berasal dari fermentasi susu ini baik untuk kita yang sedang menjalankan program diet karena yoghurt merupakan makanan rendah kalori dan dapat membantu mengurangi lemak perut. “Bukan hanya baik dalam membantu program diet, yoghurt dikenal juga memiliki beberapa manfaat lain yang tak kalah penting di antaranya untuk kesehatan dan kecantikan kulit, khususnya untuk para wanita yang menginginkan kulit halus dan wajah tampak cantik bersinar.” Ujar Nur Atika Dewi Surya Mahasiswi kedokteran Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri.

“Selain itu, yoghurt juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit akibat dari kinerja bakteri baik di usus yang menyebabkan usus menjadi bersih. Serta masih banyak manfaat lain dari minuman fermentasi susu ini. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengonsumsi yoghurt sebagai minuman yang menunjang dan melengkapi diet secara sehat.” Tambah Dewi.

Adanya bakteri yang mampu menguraikan protein susu menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana dan mudah dicerna mengakibatkan yoghurt memiliki nilai gizi yang relatif lebih baik dibanding susu segarnya. Dikutip dari Obesity Research 2004, Dalam penelitian ini membandingkan diet dengan susu dan diet tanpa susu.

Penelitian ini melibatkan 32 orang yang mengalami obesitas, mereka melakukan diet rendah kalori. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang diet dengan memasukkan susu dalam program dietnya mampu menurunkan berat badan sebanyak 70% lebih banyak dari diet tanpa susu. Untuk itulah mengapa yoghurt sangat baik bagi Anda yang melakukan diet.

Nilai gizi yang terkandung dalam yoghurt untuk setiap 100 gram dilansir dari

http://sehatbugarbersama.com/nilai-gizi-manfaat-dan-cara-pembuatan-yoghurt/

di antaranya:

 

Kandungan zat gizi dalam 100 gr yoghurt

Jumlah

Energi

52 kkal

Protein

3,3 g

Lemak

2,5 g

Karbohidrat

4,0 g

Kalsium

120 mg

Fosfor

90 mg

Zat Besi

0,1 mg

Vitamin A

73 SI

Vitamin B1

0,04 mg

Karena kandungan zat gizinya yang cukup lengkap, yoghurt dapat dikategorikan sebagai salah satu makanan multifungsional (multifunctional food), yaitu makanan yang berfungsi untuk mengatasi berbagai penyakit dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran tubuh.

Dilansir dari http://tipsdietsmart.com/manfaat-yogurt-untuk-diet-dan-kesehatan-tubuh/, berikut beberapa manfaat mengonsumsi yoghurt saat program diet:  

1. Yoghurt efektif menurunkan nafsu makan

Yoghurt mengandung protein yang baik untuk tubuh serta dapat mengurangi nafsu makan. Jika Anda mengonsumsi 25% protein dari makanan atau minuman per harinya maka hal tersebut akan membantu dalam menurunkan nafsu makan Anda. Hal ini tentu saja akan sangat membantu untuk diet Anda jika rajin mengonsumsi yoghurt setiap hari. Konsumsilah yoghurt rendah lemak dan kaya akan protein. Biasanya kandungan protein dalam yoghurt tawar adalah 12 gram.

2. Kalori akan cepat terbakar

Yogurt juga membantu mempercepat proses pembakaran kalori dalam tubuh. Semakin banyak kalori dalam tubuh terbakar, maka akan semakin cepat lemak dalam tubuh yang terbakar dan hilang. Jika lemak dalam tubuh terbakar maka otomatis berat badan juga akan turun. Anda  dapat mengonsumsi yoghurt 2 kali sehari, yaitu saat sarapan dan makan siang. Saat sedang diet, yoghurt dapat menggantikan sarapan dan makan siang Anda.

Yoghurt tanpa lemak mengandung 110 kalori di mana sangat membantu kalori yang tersimpan dalam tubuh terbakar. Artinya, bukan hanya kalori dari minuman atau makanan yang baru kita konsumsi saja yang terbakar, namun kalori yang tersimpan dalam tubuh pun ikut terbakar. Inilah yang membuat lemak terbakar dan berat badan turun.

3. Membantu diet bagi penderita diabetes

Bagi penderita diabetes, diet dengan mengonsumsi yoghurt bermanfaat untuk mengurangi timbunan lemak di perut dan pinggang dengan cara mengkonsumsi yoghurt 3 kali sehari selama kurang lebih 3 bulan. Berkurangnya akumulasi lemak pada bagian perut akan menurunkan kadar gula dalam darah.

4. Meningkatkan kesehatan organ pencernaan

Yoghurt dapat berperan dalam membantu sistem kekebalan tubuh terutama pada sistem pencernaan tubuh. Organ pencernaan terutama usus akan lebih sehat karena dengan adanya yoghurt maka proses penyerapan nutrisi yang diperlukan tubuh dalam usus lebih cepat dari jenis makanan lainnya.

5. Menurunkan risiko penyakit jantung dan kolestrol

Hilangnya lemak dalam tubuh terutama bagian perut akan menurunkan kadar gula dalam darah serta menurunkan tingkat risiko penyakit jantung. Tidak hanya itu, para peneliti nutrisi makanan mengemukakan bahwa mengonsumsi yoghurt yang mengandung probiotik akan menurunkan kadar kolestrol jahat serta membersihkan darah dari zat yang tidak diperlukan oleh tubuh.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi yoghurt karena akan mengakibatkan berat badan naik. “Kesalahan utama yang sering dilakukan adalah terlalu fokus pada hitungan kalori dan melupakan protein. Jangan hanya melihat berapa banyak kalori yang terkandung dalam sebuah kemasan yoghurt, pastikan Anda memeriksa kadar proteinnya juga.” Ungkap Dewi.

Sebuah yoghurt dapat mengklaim mengandung 100 kalori, tetapi hanya dilengkapi dengan 6 gram protein. Dalam hal ini, akan lebih baik jika Anda memilih produk yoghurt lain yang mengandung sedikit lebih banyak kalori namun juga memiliki 12 sampai 15 gram protein. Dengan begitu, Anda juga akan kenyang lebih lama sampai pada waktu makan berikutnya.

Kesalahan lainnya adalah menambahkan pelengkap terlalu banyak. Yoghurt akan jauh lebih baik jika dikonsumsi dengan rasa plain, juga sebaiknya diberi sedikit saja pelengkap. Misalnya sedikit madu untuk menambah rasa manis, sedikit sereal untuk menambah tekstur atau buah untuk menambah kesegaran.

“Jika pelengkap yang Anda masukkan terlalu banyak, nilai gizi yoghurt sebagai camilan sehat justru berubah menjadi setara makanan berat dan membuat asupan kalori menjadi berlebihan.”Jelas Dewi.

Ketiga, bijaklah dalam mengambil porsi yoghurt. Meskipun diklaim sebagai camilan sehat, bukan berarti Anda bebas mengonsumsi yoghurt tanpa batasan porsi. Bagaimanapun juga yoghurt mengandung gula dan lemak dari susu sehingga sebaiknya tetap dikonsumsi sesuai batas. Dianjurkan bagi kita untuk mengonsumsi yoghurt maksimal enam sendok makan per hari.

Konsumsi satu porsi yoghurt atau sekitar 28 gram per hari dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes sebanyak 18 persen. Hasil penelitian sebelumnya memang menunjukkan kalsium, magnesium, atau asam lemak tertentu dimiliki oleh produk susu dan dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Namun, diyakini bakteri probiotik – bakteri baik yang ditemukan di yoghurt dapat meningkatkan status antioksidan pada orang dengan diabetes tipe 2.

"Kami menemukan bahwa asupan tinggi dari yoghurt dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, sedangkan konsumsi produk susu lainnya tidak menunjukkan hubungan ini. Ini berarti yoghurt dapat dipertimbangkan untuk masuk dalam pilihan menu diet yang sehat," ungkap Prof. Frank Hu dari Harvard School of Public Health, seperti dikutip dari jurnal BMC Medicine oleh https://health.detik.com/read/2014/12/26/112754/2787536/766/hati-hati-6-kesalahan-saat-makan-yoghurt-ini-bisa-bikin-gemuk

Bagaimana cara mengonsumsi yoghurt agar mampu menurunkan berat badan?

Menurut Nur Atika Dewi Surya, ada beberapa alternatif yang bisa kita lakukan dalam mengonsumsi yoghurt:

Membuat jadwal makan

Untuk memperoleh hasil maksimal, kita bisa menjadikan yoghurt sebagai menu makanan utama.

Pagi hari

Anda bisa mengonsumsi yoghurt saat sarapan. Dengan mengonsumsi 200 mg yoghurt dengan dikombinasi buah-buahan. Namun, perlu dingat menu ini hanya bisa digunakan bagi Anda yang tidak memiliki penyakit maag. “Yoghurt baik untuk sarapan, tetapi untuk penderita maag akut sebaiknya jangan makan yoghurt saat sarapan, tetapi ganti waktu makan yoghurt pada malam harinya dan sebagai camilan,” jelas dr. Ira Indriasari pendiri Klinik Skin Care dan Slimming di Jakarta kepada Kompas Female dikutip dari

http://nasional.kompas.com/read/2011/05/16/11065751/Kiat.Diet.Sehat.dengan.Yogurt. Jika Anda memiliki penyakit maag, jangan khawatir yoghurt bisa diganti dengan susu yang dicampur dengan buah-buahan segar. Sarapan pagi dengan menggunakan yoghurt sangat bermanfaat bagi tubuh kita.

Siang hari

Untuk makan siang, Anda bisa mengonsumsi makanan biasa yang lengkap dengan gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin. Yang perlu Anda perhatikan, jangan berlebih dalam mengonsumsi karbohidrat dan lemak, sesuaikan porsi dengan kebutuhan tubuh Anda.

Malam hari

Jika di pagi hari Anda sudah menjadikan yoghurt sebagai menu utama, untuk makan malam Anda bisa diisi dengan buah-buahan serta sayur yang kaya akan serat. Namun, jika Anda memiliki masalah maag dan tidak sarapan menggunakan yoghurt, Anda bisa mengonsumsi yoghurt sebagai menu utama makan malam Anda dengan porsi 200 mg.

Sebagai camilan

Bagi Anda yang gemar mencamil dan sulit untuk meninggalkan kebiasaan tersebut, tidak perlu khawatir, Anda tetap bisa mencamil, tapi tidak dengan kue atau camilan lain. Anda bisa menggantinya dengan yoghurt agar camilan menjadi sehat bukan membuat gemuk. Waktu untuk mencamil yoghurt bisa Anda lakukan di sela-sela waktu sarapan dan makan siang, serta pada waktu sore hari sebelum makan malam.

Anda bisa mengonsumsi yoghurt dalam kondisi dingin ataupun biasa. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi yoghurt secara langsung maupun dengan campuran bahan lain, seperti madu. Mengapa dengan madu? Hal ini cocok bagi Anda yang tidak suka asam, namun tetap ingin mengonsumsi yoghurt.

Mulai sekarang, alangkah baiknya kita mengonsumsi dan menjadikan yoghurt sebagai menu makanan utama saat program diet. Konsumsi yoghurt secara cukup dan teratur untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan tubuh kita menjadi lebih ramping. Karena diet itu bukan hanya untuk penampilan semata, tetapi juga untuk kesehatan.

Penulis : Izzatu Miratin Nisa

Mahasiswi Universitas Jakarta

 

 

Pages: << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>


Komentar Kosong

Komentar Kosong Artikel Ini Belum Memiliki Komentar Satu pun

Silahan isi form komentar dibawah untuk meninggalkan komentar pada artikel ini