iklan_atas (1).jpg
Breaking News
  • Aktipkan Siskamling Cegah Kelompok Radikalisme
  • Hati – Hati, Ratusan Telur Busuk Beredar Di Pasar Bogor
  • PPDB 2017 Dimulai Minggu Depan, Diurutkan Mulai Dari PAUD
  • Kritik Walikota Bogor BEM Demo Ke Gedung Wakil Rakyat
  • Bus Wisatawan SMK Panca Karya Kecelakaan,Tiga Orang Tewas Dan Belasan Alami Luka
  • KPU Gelar Seminar Isu Isu Strategis: DPT Masih Jadi Masalah Dalam Pilkada Dan Pileg,
  • Bosel Ingin Mekar Dari Kab.Bogor, Isman Kadar Terpilih Jadi Ketua Presidium
  • Niat Di Gaet Hari Ortega Dalam Pilbup 2018, FF buat WF

Berkas Dua Tersangka Dugaan Penipuan Lahan Tol Bocimi Di Limpahkan ke Kejari

Article
Berita Terkait

Pewarta : Akhtar Rendra

Cibinong, FOKUSBOGOR.com,-

Kapolres Bogor A.M Dicky menjelaskan terkait persoalaan penipuan lahan tol Bogor, Ciawi dan Sukabumi (Bocimi) berkasnya telah di limpahkan ke ke Kejari. Ada pun dua tersangka penipuan itu diantaranya berinisial A dan E.

“Perkara sudah P21. Ada dua tersangka yakni berinisial A dan E. Perkara itu tinggal tahap dua,” jelas Dicky kepada awak media, kemarin.

Ditambahkan Dicky sapaanya, dua orang tersangka itu merupakan pegawai perangkat desa setempat.

“A itu pegawai Desa Watesjaya dan E selaku RT setempat. Kedua tersangka memiliki peran yang sama alias satu rangkaian,” jelasnya.

Lebih lanjut Dicky menerangkan bahwa,  persoalaan itu menindaklanjuti sepuluh korban yang melapor ke Polres Bogor atas perkara tersebut. “Para tersangka ini mengiming-imingi dengan bujuk rayu sehingga para korban mengeluarkan menyisihkan uang kepada A dan E. Uang yang diterima kedua tersangka itu seakan-akan bayaran jasa. Pembayaran dilakukan korban melalui nomor rekening,” terangnya.

Lebih gambling ia pun mengungkapkan bahwa, uang yang diterima kedua tersangka itu mengata snamakan pemerintahan setempat untuk dibagi-bagi. “Ya, kedua tersangka ini mengatasnamakan instansi desa dan aparat yang lain juga,” jelasnya.

Menurutnya,  kedua tersangka dijerat KUHP pasal 378 tentang penipuan. “Kedua tersangka ini dijerat pasal penipuan dengan ancaman pidana paling lama empat tahun,” tandasnya.

Editor: firman

Poto:admint

 

Pages: << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>


Komentar Kosong

Komentar Kosong Artikel Ini Belum Memiliki Komentar Satu pun

Silahan isi form komentar dibawah untuk meninggalkan komentar pada artikel ini