iklan_atas (1).jpg
Breaking News
  • Sekdakot : Pemusnahan Barbuk Narkoba Bukti Muspida Kota Bogor Serius Tangani Bahaya Narkoba
  • Najamudin, Politisi Partai PKS Dalam Satu Hari Kunjungi Tiga Kelurahan
  • Dies-Natalis-Ipb-ke-54-Angkat-Tema-Pengarusutamaan-Pertanian
  • Rektor : IPB Satu Dari Seratus PT Terbaik Di Dunia versi QS World University
  • Menteri BUMN Banyak Perkotaan Tak Memikirkan Transportasi Publik
  • Peringati HUT RI Ke 72, Antam Santuni Dua Penderita Lumpuh Layu dan Hydrocephalus
  • Peringati Hari Pramuka : Wali Kota Sematkan Medali Secara Simbolis
  • Kejuaraan 234 Challenge Body Contes 2017 Mampu Menjaring Bibit Atlet Berprestasi

Budidayakan Sayuran Menggunakan Pupuk Organik Cair Berfitohormon

Article
Berita Terkait

Desa Iwul terletak di Kecamatan Parung Kabupaten Bogor. Masyarakat di tempat ini sebagian bermata pencaharian sebagai petani dan umumnya mereka berkebun dengan memanfaatkan lahan proyek milik PT yang belum dibangun untuk perumahan. Beberapa tanaman yang ditanam pada umumnya adalah jagung dan singkong. Mereka kurang memanfaatkan lahan di pekarangannya untuk bertanam sayuran. Padahal lahan yang mereka miliki cukup berpotensi untuk dimanfaatkan bagi kegiatan budidaya sayuran. Harapannya melalui kegiatan ini dapat memberikan keuntungan ganda bagi mereka, selain dapat meminimalkan jumlah pengeluaran sehari-hari yang digunakan untuk membeli sayur, juga dapat menghasilkan tambahan penghasilan apabila tanaman sayuran yang dibudidayakan berproduksi melebihi dari jumlah yang mereka konsumsi.

Berdasarkan hasil studi pendahuluan didapatkan informasi bahwa umumnya petani di desa ini belum memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangannya untuk bertanam sayuran akibat terkendala ketiadaan modal untuk membeli benih sayuran dan kurang memiliki pengetahuan tentang gizi yang ada dalam sayuran dan manfaatnya bagi kesehatan mereka sehingga mereka kurang tertarik untuk membudidayakannya. Selain itu, juga akibat mereka kurang memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara membuat media tanam yang baik untuk pembibitan, cara membibitkan tanaman sayuran dan cara memelihara tanaman sayuran yang dibudidayakan agar memberikan produksi yang tinggi. Tanaman yang mereka tanam umumnya jagung dan singkong yang pemeliharannya kurang begitu intensif.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, tim dosen dari Program Studi Agribisnis Universitas Terbuka yang terdiri dari Dr. Nurhasanah MSi, Dr. Sri Harijati MA, Adhi Susilo M.Biotech PhD, Dr. Ernik Yuliana MT dan Dr. Nurmala Pangaribuan MS merasa perlu untuk melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang bertemakan “Pemanfaatan Lahan Pekarangan dengan Bertanam Tanaman Sayuran Menggunakan Pupuk Organik Cair Berfitohormon”. Secara umum, kegiatan ini berupa pemberian pengetahuan dan keterampilan serta pemberian bahan dan alat yang diperlukan untuk bercocok tanam sayuran kepada masyarakat petani di desa Iwul yang berjumlah 25 orang. Dalam hal ini, Ketua RW setempat yakni pak Ending yang menjadi ketua kelompoknya. Secara keseluruhan, kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap.

Kegiatan Tahap 1 dilaksanakan pada tanggal 21 September 2017.  Kegiatan dilakukan dalam bentuk pemberian pengetahuan kepada peserta tentang jenis-jenis sayuran dan manfaatnnya bagi kesehatan mereka sesuai dengan warna sayurannya. Sebagai narasumber dari kegiatan ini adalah Adhi Susilo M.Biotech PhD yang merupakan salah satu anggota dari tim Abdimas ini.  Setelah itu, dilanjutkan dengan pemberian pengetahuan tentang cara membuat media tanam untuk pembibitan yang dijelaskan oleh Dr. Nurhasanah, MSi. Kegiatan Tahap I ini diakhiri dengan pemberian benih sayuran yang terdiri dari kangkung, sledri, kacang panjang, cabai rawit, bayam, jagung dan kemangi. Peserta juga diberikan media tanam yang merupakan campuran dari kotoran kambing, kompos, sekam bakar dan tanah dengan perbandingan 1:1:1:2, juga diberikan alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan cocok tanam sayuran seperti pot, polibag, sprayer kecil untuk menyiram benih yang sedang disemai dan bak berlubang untuk meletakkan persemaian. Khusus untuk ketua kelompok dari peserta ini diberikan sprayer besar yang akan digunakan pada pertanaman jagung miliknya. Selain itu, peserta juga diberikan bibit dari beberapa sayuran. Melalui kegiatan Tahap I ini diharapkan para petani dapat segera memulai proses pembibitan dari benih sayuran yang mereka terima dan dapat segera memindahkan bibit yang diberikan tim Abdimas dari UT ke lahan pekarangannya agar segera tumbuh menjadi besar. Berikut adalah foto-foto dari hasil kegiatan ini.

Kegiatan Tahap II dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2017. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk monitoring atau peninjauan atas benih dan bibit sayuran yang telah ditanam petani peserta kegiatan Abdimas ini yang dilanjutkan dengan pemberian pengetahuan dan keterampilan (praktek) kepada mereka tentang cara membuat pupuk organik cair berfitohormon dari jagung. Pada kesempatan ini, narasumber yang merupakan anggota dari tim Abdimas UT yakni Dr. Sri Harijati, MA memberikan penjelasan bahwa pupuk ini memiliki kelebihan dibanding pupuk cair dari bahan kimia, karena jagung mengandung fitohormon yaitu zat yang dalam jumlah sedikit dapat memacu pertumbuhan dan produksi tanaman. Dijelaskannya juga bahwa disamping fitohormon, meskipun dalam jumlah sedikit, pupuk organik cair ini juga mengandung hara makro dan hara mikro yakni zat yang juga merupakan bahan yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh maksimal. Pemanfaatannya oleh peserta kegiatan ini diharapkan dapat memberikan hasil yang tinggi pada tanaman sayuran yang mereka tanam.

Pemberian keterampilan cara membuat pupuk organik cair berfitohormon oleh tim Abdimas UT ditujukan agar petani peserta kegiatan ini dapat membuatnya sendiri. Bahan untuk membuat pupuk ini terdiri dari 50 kg jagung dalam bentuk bonggolan, 30 butir ragi, 5 kg gula dan 100 liter air. Alat yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair ini adalah blender, pisau dan drum plastik yang berukuran 150 liter. Pupuk organik cair dari jagung dibuat oleh para peserta secara bergotong-royong. Masing-masing melakukan hal-hal yang dapat mereka lakukan hingga proses pembuatan pupuk organik cair ini selesai. Adapun tahapan dalam pembuatan pupuk ini sebagai berikut:

  1. Jagung, bagian dagingnya diiris dengan pisau untuk kemudian dihancurkan dengan blender, lalu hasil hancuran jagung ini dimasukan ke dalam drum plastik.
  2. Setelah semua jagung yang telah dihancurkan dimasukkan ke dalam drum plastik, lalu ke dalam drum itu ditambahkan air sebanyak 100 liter, 30 butir ragi dan 5 kg gula pasir. Kemudian semua bahan tersebut diaduk hingga merata.
  3. Setelah selesai pengadukan, drum ditutup rapat. Selanjutnya, setiap tiga hari drum dibuka untuk dilakukan pengadukan kembali, lalu drum ditutup kembali. Demikian seterusnya.
  4. Campuran bahan di dalam drum dianggap telah matang dan siap digunakan sebagai pupuk organik cair setelah 30 hari.

Selain kegiatan tersebut di atas, pada kegiatan Tahap II ini, tim Abdimas UT kembali memberikan benih tetapi dari jenis sayuran lainnya, yakni daun bawang, pare, timun, pok coy, cesim dan lobak. Benih sayuran ini diberikan atas permintaan petani yang disampaikannya saat kegiatan Tahap I. Mereka ingin mencoba menanam benih-benih tersebut untuk selanjutnya dikonsumsi sendiri atau dijual. Pada kesempatan ini, tim Abdimas UT juga memberikan  sumbangan kepada peserta berupa pupuk organik cair dari jagung yang telah matang dan telah diperkaya dengan NPK agar mereka dapat langsung memanfaatkannya untuk menumbuhkembangkan bibit yang telah mereka tanam. Masing-masing mendapatkan ± 5 liter pupuk yang dimasukkan dalam jerigen. Melalui pemberian ini, harapannya peserta dapat langsung melihat bukti keefektifan dari pupuk organik cair tersebut dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanamannya. Berikut adalah foto-foto pada kegiatan Tahap II, khususnya pada saat praktek pembuatan pupuk organik cair dari jagung.

Kegiatan Tahap III dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2017 yakni waktu yang dirasa cukup tepat karena telah melewati masa 30 hari setelah proses pembuatan pupuk organik cair dari jagung yang dibuat peserta. Pada waktu ini diduga pupuk organik cair tersebut sudah matang hingga siap dipergunakan untuk pertanaman.

Kegiatan Tahap III ini dilakukan dalam bentuk monitoring (peninjauan) kedua atas tanaman sayuran yang telah ditanam para petani peserta kegiatan Abdimas ini yang dilanjutkan dengan melakukan pengkayaan pupuk organik cair yang dibuat petani dengan menambahkan 3 kg NPK daun dan 7 kg NPK buah. Pada kesempatan ini, tim Abdimas dari UT yakni Dr. Nurhasanah, MSi menjelaskan bahwa pengkayaan ini penting, mengingat kadar hara makro yang ada dalam pupuk organik cair ini sangat minim, padahal hara makro dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak. Guna memenuhi kebutuhan tanaman agar tanaman dapat tumbuh maksimal, maka ke dalam pupuk organik cair ini perlu ditambahkan hara makro yang berasal dari pupuk NPK. Kegiatan Tahap III diakhiri dengan pembagian pupuk organik cair kepada para peserta, masing-masing mendapatkan ± 5 liter pupuk yang dimasukkan dalam jerigen. Namun sebelum pupuk organik cair ini dibagikan kepada para peserta, mereka diberikan penjelasan oleh Dr. Nurhasanah, MSi tentang cara penggunaannya, baik dosis maupun cara pemberiannya. Dosis yang disarankan adalah pupuk organik cair sebanyak 4 tutup jerigen dicampur dengan 1 liter air. Sebelum pupuk ini diberikan ke tanah dengan cara disiramkan ke area di sekitar tanaman, disarankan tanah di sekitar tanaman disiram terlebih dahulu dengan air, baru kemudian diberikan pupuk organik cair yang sudah diencerkan tadi sebanyak 100 ml/tanaman. Melalui cara ini diharapkan pupuk akan segera menyebar secara merata di dalam tanah. Berikut adalah foto-foto hasil kegiatan ini.

Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa peserta kegiatan ini didapatkan informasi bahwa awalnya mereka hanya menggunakan pupuk kimia urea dan TS, pupuk organik padat dari kotoran ayam atau kambing, dan sekam bakar. Mereka belum mengenal pupuk organik cair yang dibuat dari jagung. Tetapi setelah ada kegiatan ini, apalagi setelah mereka mencoba menggunakan pupuk organik cair yang mereka peroleh dari tim Abdimas UT, mereka sangat puas. Menurut komentar salah satu petani, cesim yang diberi pupuk ini besar-besar, satu tanaman cesim yang ditanamnya dengan menggunakan pupuk organik cair ini besarnya sama dengan tiga tanaman cesim yang biasa dijual di warung. Begitupun dengan tanaman kacang panjang yang mereka tanam, hasilnya lebih besar dan lebih panjang.

Berdasarkan hasil wawancara dengan petani peserta kegiatan ini yang dilakukan di akhir kegiatan Tahap III, didapatkan informasi bahwa mereka merasa diuntungkan melalui kegiatan Abdimas ini, yakni:

  1. Mereka mendapatkan pengetahuan tentang gizi yang ada pada sayuran berdasarkan warnanya dan manfaatnya bagi kesehatan mereka.
  2. Mereka mendapatkan pengetahuan dan keterampilan cara membuat media tanam, cara membuat pupuk organik cair dari jagung dan cara membibitkan benih sayuran.
  3. Mereka mendapatkan modal berupa bahan dalam bentuk benih maupun bibit sayuran dan media tanam, juga mendapatkan alat berupa pot, polibag, sprayer dan bak untuk meletakkan media persemaian.

          Berdasarkan hasil kegiatan ini dan demi kesinambungan penerapan hasil kegiatan Abdimas ini, ada hal yang perlu ditindaklanjuti oleh petani peserta kegiatan ini, yakni:

  1. Mereka harus berusaha menghasilkan sendiri benih sayuran dari hasil pertanamannya. Hal ini untuk meminimalkan kebutuhan modal dalam memproduksi sayuran.
  2. Mereka harus berusaha untuk mengkomersialkan sayuran yang diproduksinya.
  3. Mereka harus berusaha untuk menjadi produsen pupuk organik cair dan mengkomersialkannya dengan berbagai modus guna menambah penghasilannya.

Harapan ke depan, tim Abdimas UT dapat membantu petani peserta kegiatan ini dalam memasarkan tanaman sayuran maupun pupuk organik cair yang dihasilkannya. *(Nurhasanah)

 

Pages: << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>


Komentar Kosong

Komentar Kosong Artikel Ini Belum Memiliki Komentar Satu pun

Silahan isi form komentar dibawah untuk meninggalkan komentar pada artikel ini

MDB Radio 100.50 MHz


>>> Download MDB Radio APP <<<

Script Link MDB Radio


Pencarian

Kiriman Dari Member

background twitter.jpg
logpemkot.jpg

Galeri Teratas